Yaumul Jum’ah di sebut Sayyidul Ayyam

Hari Jum’at di sebut juga Sayyidul Ayyam, maksudnya adalah hari Jum’at merupakan hari yang lebih utama di bandingkan dengan hari-hari yang lain. Sayyidul Ayyam bisa bermakna Tuan-nya hari,  Ada 5 hal yang perlu di ketahui oleh umat mu’min di antaranya adalah :
  1. Diciptaknnya Nabi Adam A.s oleh Alloh swt.
  2. Diturunkannya Nabi Adam A.s ke Dunia karena melanggar memakan buat khuldi di Surga
  3. Wafatnya Nabi Adam A.s
  4. Awal kehancuran alam semesta(Kiamat)
  5. Terdapat waktu mustajabah untuk berdoa.
Hari Jum’at adalah hari yang utama dalam sepekan. Pada hari tersebut ada kejadian-kejadian besar, di antaranya adalah terjadinya kiamat.
Juga pada hari tersebut Adam diciptakan, di hari itu pula beliau dimasukkan dalam surga, juga pada hari tersebut beliau dikeluarkan dari surga.
Dari Aus bin ‘Aus, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Sesungguhnya di antara hari kalian yang paling utama adalah hari Jum’at. Di hari itu, Adam diciptakan; di hari itu, Adam meninggal; di hari itu, tiupan sangkakala pertama dilaksanakan; di hari itu pula, tiupan kedua dilakukan”
(HR. Abu Daud no. 1047, An Nasai no. 1374, Ibnu Majah no. 1085 dan Ahmad 4: 8. Hadits ini shahih kata Syaikh Al Albani)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Sebaik-baik hari dimana matahari terbit adalah hari Jum’at. Pada hari Jum’at Adam diciptakan, pada hari itu dia dimasukkan ke dalam surga dan pada hari Jum’at itu juga dia dikeluarkan dari Surga. Hari Kiamat tidaklah terjadi kecuali pada hari Jum’at” (HR. Muslim no. 854)
Beberapa faedah dari hadits di atas:
  1. Hadits di atas menyebutkan keistimewaan hari Jum’at dibanding hari-hari lainnya. Hari Jum’at adalah hari terbaik dalam sepekan. Sedangkan hari Arofah adalah hari terbaik dalam setahun.
  2. Dalam hadits di atas tidak semuanya menyebutkan keutamaan hari Jum’at. Mengenai keluarnya Adam dari surga dan terjadinya kiamat tidaklah teranggap sebagai keutamaan hari Jum’at namun menceritakan mengenai perkara besar yang nanti akan terjadi. Demikian penjelasan Al Qodhi ‘Iyadh.
  3. Hadits tersebut menunjukkan bahwa seorang hamba di hari Jum’at hendaklah mempersiapkan diri dengan berbagai amalan sholih supaya mendapatkan rahmat Allah dan tercegah dari murka Allah. Demikian juga penjelasan dari Al Qodhi ‘Iyadh.
  4. Hari kiamat disegerakan sebagai balasan bagi para nabi, shiddiqin, para wali Allah dan selainnya, juga untuk menampakkan karomah dan kemuliaan mereka.
(Dari Syarh Muslim, Imam Nawawi, 6: 142)
Namun kapan tanggal pasti kiamat itu datang, tidak ada yang mengetahuinya
“Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah”. Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya.” (QS. Al Ahzab: 63)
Di hari Jum’at terdapat waktu mustajabah untuk berdoa
Ada 2 pendapat yang menerangkan waktu kemustajaban untuk berdo’a yang masing-masing mempunyai dasar dan dalilnya.
  • Pendapat pertama waktu mustajab untuk berdo’a di hari Jum’at adalah pada saat khotib duduk setelah khotbah pertama sampai dengan berakhirnya khotbah kedua.
  • Pendapat ke-dua adalah antara waktu asyar sampai dengan magrib.
Semoga do’a-do’a senantiasa di kabulkan oleh Allah SWT. Amien..
fg
Iklan

KISAH SULTAN MUROD DAN SESOSOK MAYID

RENUNGAN indah ini beberapa kali kubaca dalam versi bahasa Inggris di sebuah grup muslim mancanegara. Dikisahkan bahwa suatu malam Sultan Murod Ar-Rabi` mengalami kegundahan yang sangat, dan dia tak mengetahui sebabnya.

Maka Sang Sultan memanggil kepala penjaga/sipir dan memberitahukan tentang keadaannya yang sedang gundah, Dan memang merupakan kebiasaan Sultan bahwa dia sering memeriksa keadaan masyarakat/rakyatnya secara sembunyi-sembunyi. Maka Sultan berkata kepada Kepala Sipir, “Baiklah…Mari kita keluar, jalan-jalan di antara penduduk (guna memeriksa dan memantau keadaan mereka).”

Mereka pun berjalan hingga sampailah di sebuah area ujung desa, dan Sultan melihat seorang pria tergeletak di atas tanah. Sultan menggerak-gerakkannya (untuk memeriksa) dan ternyata pria tersebut telah tewas. Namun anehnya orang-orang yang melintasi tempat itu dan berlalu lalang di sekitarnya tidak memerdulikannya. Maka Sultan pun memanggil mereka, tapi mereka tidak mengetahui Sang Sultan, Mereka berseru, “Ada apa?”

Sultan bertanya, “Kenapa pria ini tewas dan tak seorang pun yang membawanya? Siapa dia? Dan dimana keluarganya?”

Mereka berujar, “Ini orang zindiq, suka minum khomar, pezina!”

Sultan menimpali, “Namun bukankah dia dari golongan umat Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam? Ayo bawa dia ke rumah keluarganya.”

Maka mereka pun membawanya. Ketika sampai di rumah, istrinya pun melihatnya dan langsung menangis. Dan orang-orang pun mulai beranjak pergi, kecuali Sang Sultan dan Kepala Sipir. Di tengah tangisan si wanita (istri si mayit), dia berseru kepada Sultan (namun wanita tersebut tak mengetahui bahwa di hadapannya adalah sosok sultan), “Semoga Allah merahmatimu wahai wali Allah, aku bersaksi bahwa engkau sungguh wali Allah.”

Maka terheranlah Sultan Murod dengan ucapan wanita tersebut, dan berkata, “Bagaimana mungkin aku termasuk wali Allah sementara orang-orang berkata buruk terhadap si mayyit, hingga mereka enggan mengurusi mayatnya.” (Pen: Sultan merasa heran, bagaimana mungkin seorang zindiq ditolong oleh wali Allah)

Wanita ini pun menjawab, “Aku sudah duga akan hal itu, Sungguh suamiku setiap malam pergi ke penjual arak/khomar lantas membeli seberapa banyak yang dia bisa beli, kemudian membawanya ke rumah kami dan menumpahkan seluruh khomar ke toilet, dan dia (suami) berkata ‘Semoga aku bisa meringankan keburukan khomar dari kaum muslimin.’ Suamiku juga selalu pergi kepada para zaniah/pelacur dan memberinya uang, dan berkata ‘malam ini kau ku bayar dan jangan kau buka pintu rumahmu (untuk melacur) hingga pagi.‘ Kemudian suamiku kembali ke rumah dan berujar ‘Alhamdu lillah, semoga dengan ini aku bisa meringankan keburukannya ( pelacur) dari pemuda-pemuda muslim malam ini.’ Namun sementara orang-orang menyaksikan dan mengetahui bahwa suamiku membeli khomar, dan masuk ke rumah pelacur, Dan lantas mereka langsung membicarakan suamiku dengan ragam keburukan. Pernah suatu hari aku berkata pada suamiku, “Sungguh jika seandainya engkau mati, maka tak akan ada orang yang akan memandikanmu, menyolatkanmu, dan menguburkanmu. Suamiku pun tersenyum dan menjawab , “Jangan khawatir Sayangku… Sultan/Pemimpin kaum muslimin-lah yang akan menyolatkanku beserta para ulama dan pembesar-pembesar negeri lainnya.”

(Setelah mendengarnya) Sultan pun menangis lantas berkata, “Suamimu benar, Demi Allah aku adalah Sultan Murod Ar-Robi`, Dan besok kami akan memandikan suamimu, menyolatkannya dan menguburkannya.” Dan diantara yang menyaksikan jenazahnya adalah Sultan Murod, para ulama, para masyayikh dan seluruh penduduk daerah itu.

Maha Suci Allah, kita hanya bisa menilai orang dengan hanya melihat penampilan dan kulit luarnya dan kita pula hanya mendengar omongan orang. Maka jika mampu bijak, kita akan memandang dan menilai orang dari kebersihan hatinya, belum tentu benar apa yang ada dalam pandangan mata dan sangkaan kita. Perlunya iman yang teguh serta keluasan hati untuk senantiasa mendahulukan prasangka baik kepada saudara kita. Saat lebih bijak mencari ragam alasan untuk selalu berprasangka baik, niscaya lisan kita akan kelu membisu dari menceritakan keburukan orang lain.. Masya Allah…

Semoga kita dapat memetik ibroh dari kisah ini, barokallohlakum. Wallohu a’lam.ju

Berburu Amal dan Berpacu dengan Waktu

Hasan Al-Bashri berkata, “Waktu, paling berharga untuk kujaga. Dan, kulihat begit mudah untuk hilang.”

“POTENSI terbesar orang yang cerdik untuk kesuksesan adalah waktu. Waktu adalah potensi kekayaan untuk dimanfaatkan. (Apalagi) kewajiban sedemikian banyak sementara waktu begitu mengejar-ngejar,” demikian kata Ibn Uqail.

“Segeralah berburu kebaikan jika kau luang. Sebab tak setiap waktu engkau bisa,” demikian sebuah syair yang menggambarkan perihal pentingnya waktu.

Sementara itu Hasan Al-Bashri berkata, “Waktu, paling berharga untuk kujaga. Dan, kulihat begit mudah untuk hilang.”

Jika kita bertanya, potensi terbesar apa yang dimiliki setiap manusia. Jawabnya tidak ada lain, kecuali waktu. Dengan waktu manusia bisa menempa diri untuk sebuah keahlian, manfaat dan keterampilan. Bahkan bersama waktu manusia bisa sampai pada kebahagiaan.

Manusia yang lalai dalam memanfaatkan waktu akan sampai pada penyesalan, kerugian bahkan kesengsaraan. Bahkan manusia yang tidak berpacu dengan waktu akan tertinggal jauh dalam percaturan kehidupan.

Jauhkan Pengangguran

Karena demikian pentingnya waktu maka Islam tidak memberikan sedikit pun peluang untuk umatnya gagal dalam memanfaatkan waktu. Sebab, segala perbuatan di dunia ini akan dipertanggungjawabkan.

Oleh karena itu dalam keseharian umat Islam mendapat keberuntungan dengan adanya perintah sholat lima waktu, membaca Al-Qur’an setiap hari. Termasuk ibadah-ibadah lainnya yang kaitannya tidak bisa dipisahkan dengan waktu. Seperti ibadah haji, puasa, dan zakat.

Dengan kata lain, semua itu memberikan petunjuk penting bahwa umat Islam harus benar-benar memperhatikan waktu. Jangan sampai ada waktu yang dilalui tanpa amal ibadah apapun, lebih-lebih yang memang Allah dan Rasul-Nya wajibkan.

“Saya sangat muak, kepada orang yang statusnya nganggur (menyia-nyiakan waktu), tak beramal untuk akhirat, tak juga untuk dunia,” demikian ungkap Abdullah bin Mas’ud.

Untuk itu, jauhi segala hal yang tidak memberi manfaat bagi kehidupan kita. Baik manfaat bagi kehidupan dunia, lebih-lebih kehidupan akhirat.

Dalam hal ini, Ibn Jauzi berpesan, “Seyogianya, manusia mengenal kemuliaan zamannya dan harga waktunya. Jangan ia menyia-nyiakan sesaatpun dengan tanpa pendekatan diri. hendaknya ia mengutamakan yang terpenting, baik ucapan atau perbuatan.”

Bersegera dalam Kebaikan

Karena sedemikian pentingnya waktu, Allah Ta’ala memerintahkan umat Islam untuk tidak menunda-nunda kebaikan. Hal ini Allah tegaskan dalam dua surah.

وَسَارِعُواْ إِلَى مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali Imran [3]: 133).

سَابِقُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاء وَالْأَرْضِ أُعِدَّتْ لِلَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَاءُ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

Kemudian firman-Nya, “Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar” (QS. Al-Hadiid [57]: 21).

Para Nabi dan Rasul Allah adalah contoh tauladan dalam hal ini. Mereka senantiasa bersegera dalam kebaikan, sehingga Allah pun memberikan pertolongan kepada mereka semua.

فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَوَهَبْنَا لَهُ يَحْيَى وَأَصْلَحْنَا لَهُ زَوْجَهُ إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَباً وَرَهَباً وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ

“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas.” (QS. Al Anbiya’ [21]: 90).

Dalam ayat yang lain Allah Ta’ala tegaskan, “Mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya.” (QS. Al-Mu’minun [23]: 61).

Ibn Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Muslim yang bersegera dalam kebaikan (seperti sholat tepat waktu, infak setiap hari, peduli terhadap sesama) juga akan Allah segerakan balasan-balasan kebaikannya. Lantas, apalagi yang menghalangi kita tidak bersegera dalam kebaikan?

Jadi, mari kita bersama, mengisi waktu yang Allah anugerahkan dengan sebaik-baiknya. Apalagi, waktu itu terasa sangat cepat dan begitu ia berlalu, sungguh tak dapat dikejar lagi. Dan, lebih dari sekedar itu manusia dengan waktu hanya terbagi dalam tiga tahap. Pemuda, beruban, kemudian meninggal dunia.

Jika terhadap waktu saja kita sudah sering lalai, lantas kesuksesan macam apa yang kita dambakan? Padahal, semua aturan dari ajaran Islam ini tak satu pun yang berlepas ikatan dengan waktu. Oleh karena itu jangan pernah abaikan waktu. Karena waktu adalah inti dari kehidupan itu sendiri. Wallahu a’lam.*

Gambar

4 PERKARA SUNNAH DILAKUKAN SEBELUM TIDUR

amalan sebelum tidurRasulullah SAW berpesan kepada Aisyah ra :
“ya Aisyah, jangan engkau tidur sebelum melakukan empat perkara” yaitu:
1. Sebelum kau khatam Al-qur’an
2. Sebelum membuat para Nabi memberimu syafa’at di hari akhir
3. Sebelum para muslim dan muslimat meridhoi kamu
4. Sebelum kau melaksanakan ibadah haji dan umroh.

Bertanya Aisyah ra:
“Ya Rasulullah.. Bagaimana aku dapat melaksanakan 4 perkara seketika dalam semalam?”

Rasulullah SAW tersenyum dan bersabda :
1. “jika engkau tidur bacalah Surah Al-ikhlas 3x seakan-akan kau menghatamkan Al-qur’an.”
[ Bismillahir rohmaanir rohiim, Qulhualloohu ahad’ Allahushshomad’ lam yalid walam yuulad’ walam yakul lahuu kufuwan ahad’ ] (3x)

2. “membaca sholawat untuk ku dan para nabi sebelum aku, maka kami semua akan memberi syafa’at di hari kiamat.”
[ Bismillaahir rohmaanir rohiim, Allahumma shollii ‘alaa Muhammad wa’alaa alii Muhammad ] (3x)

3. “Beristighfarlah untuk para muslimin dan muslimat maka mereka akan meridhoi kamu.”
[Astaghfirullahal ‘azhiim alladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyum wa atuubu ilaih ] (3x)

4. “Perbanyaklah bertasbih, bertahmid, bertahlil, bertakbir, maka seakan-akan kamu telah melaksanakan ibadah haji dan umroh.”
[ Subhanallahi Walhamdulillaahi walaailaaha illallahu allahu akbar ] (3x)

Rasulullah SAW bersabda; ilmu yang bermanfaat ialah salah satu amal yang kekal bagi orang yang mengajarnya, meski hanya 1 ayat, dan meskipun kita sudah meninggal dunia.. Mari kita Berfastabiqul khairat..

satu lagi jangan lupa wudhu ya

(Tafsir Haqqi)

Semoga Bermanfaat dan JANGAN LUPA SEDEKAH.

12 KEAJAIBAN SHALAT TAHAJJUD

  1. Shalat Tahajud sebagai tiket masuk surga …
    Abdullah Ibn Muslin berkata “kalimat yang pertama kali ku dengar dari Rasulullah Saw saat itu adalah, “Hai sekalian manusia! Sebarkanlah salam, bagikanlah makanan, sambunglah silaturahmi, tegakkan lah shalat malam saat manusia lainnya sedang tidur, niscaya kalian masuk surga dengan selamat.” (HR. Ibnu Majah).

    2. Amal yang menolong di akhirat …
    Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada di dalam taman-taman surga dan di mata air-mata air, seraya mengambil apa yang Allah berikan kepada mereka. Sebelumnya mereka adalah telah berbuat baik sebelumnya (di dunia), mereka adalah orang-orang yang sedikit tidurnya di waktu malam dan di akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah).” (QS. Az Zariyat: 15-18)
    Ayat di atas menunjukkan bahwa orang yang senantiasa bertahajud Insya Allah akan mendapatkan balasan yang sangat nikmat di akhirat kelak.

    3. Pembersih penyakit hati dan jasmani …
    Salman Al Farisi berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Dirikanlah shalat malam, karena sesungguhnya shalat malam itu adalah kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kamu, (shalat malam dapat) mendekatkan kamu kepada tuhanmu, (shalat malam adalah) sebagai penebus perbuatan buruk, mencegah berbuat dosa, dan menghindarkan diri dari penyakit yang menyerang tubuh.” (HR. Ahmad)

    4. Sarana meraih kemuliaan …
    Rasulullah Saw bersabda, “Jibril mendatangiku dan berkata, “Wahai Muhammad, hiduplah sesukamu, karena engkau akan mati, cintailah orang yang engkau suka, karena engkau akan berpisah dengannya, lakukanlah apa keinginanmu, engkau akan mendapatkan balasannya, ketahuilah bahwa sesungguhnya kemuliaan seorang muslim adalah shalat waktu malam dan ketidakbutuhannya di muliakan orang lain.” (HR. Al Baihaqi)

    5. Jalan mendapatkan rahmat Allah …
    Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Semoga Allah merahmati laki-laki yang bangun malam, lalu melaksanakan shalat dan membangunkan istrinya. Jika sang istri menolak, ia memercikkan air di wajahnya. Juga, merahmati perempuan yang bangun malam, lalu shalat dan membangunkan suaminya. Jika sang suami menolak, ia memercikkan air di wajahnya.” (HR. Abu Daud)

    6. Sarana Pengabulan permohonan …
    Allah SWT berjanji akan mengabulkan doa orang-orang yang menunaikan shalat tahajud dengan ikhlas. Rasulullah Saw Bersabda,
    “Dari Jabir berkata, bahwa nabi Saw bersabda, “Sesungguhnya di malam hari , ada satu saat yang ketika seorang muslim meminta kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah memberinya, Itu berlangsung setiap malam.” (HR. Muslim)

    7. Penghapus dosa dan kesalahan …
    Dari Abu Umamah al-Bahili berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Lakukanlah Qiyamul Lail, karena itu kebiasaan orang saleh sebelum kalian, bentuk taqarub, penghapus dosa, dan penghalang berbuat salah.” (HR. At-Tirmidzi)

    8. Jalan mendapat tempat yang terpuji …
    Allah berfirman,
    “Dan pada sebagian malam bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra’:79)

    9. Pelepas ikatan setan …
    Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Setan akan mengikat kepala seseorang yang sedang tidur dengan ikatan, menyebabkan kamu tidur dengan cukup lama. Apabila seseorang itu bangkit seraya menyebut nama Allah, maka terlepaslah ikatan pertama, apabila ia berwudhu maka akan terbukalah ikatan kedua, apabila di shalat akan terbukalah ikatan semuanya. Dia juga akan merasa bersemangat dan ketenangan jiwa, jika tidak maka dia akan malas dan kekusutan jiwa.”

    10. Waktu utama untuk berdoa …
    Amru Ibn ‘Abasah berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah Saw, “Ya Rasulullah! Malam apakah yang paling di dengar?”, Rasulullah Saw menjawab, “Tengah malam terakhir, maka shalat lah sebanyak yang engkau inginkan, sesungguhnya shalat waktu tersebut adalah maktubah masyudah (waktu yang apabila bermunajat maka Allah menyaksikannya dan apabila berdoa maka didengar doanya)” (HR. Abu Daud)

    11. Meraih kesehatan jasmani …
    “Hendaklah kalian bangun malam. Sebab hal itu merupakan kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian. Wahana pendekatan diri pada Allah Swt, penghapus dosa, dan pengusir penyakit dari dalam tubuh.” (HR. At-Tarmidzi)

    12. Penjaga kesehatan rohani …
    Allah SWT menegaskan bahwa orang yang shalat tahajud akan selalu mempunyai sifat rendah hati dan ramah. Ketenangan yang merupakan refleksi ketenangan jiwa dalam menjalani kehidupan sehari-hari di masyarakat.
    Allah Berfirman, “Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik. Dan orang yang melewati malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.” (QS. Al-Furqan: 63-64)

    Keajaiban shalat tahajud sudah terbukti, maka bertahajudlah!
    Mungkin masih banyak lagi keajaiban shalat tahajud yang mungkin terlewat dari tulisan ini. Yang pasti shalat tahajud merupakan shalat yang bagus sebagai ibadah tambahan bagi kita.
    Subhanallah .. Shalat tahajud benar-benar dahsyat dalam meraih kebaikan dunia akhirat
    “Jika matahari sudah terbenam, aku gembira dengan datangnya malam dan manusia tidur karena inilah saat hanya ada Allah dan aku.”
    MASYA ALLAH

    Maka ubahlah kebiasaan kita kalau pengen rezeki kita lancar, jodoh kita lancar, usaha kita lancar, dam semua apa yang kita inginkan tercapai, maka tahajudlah. Semoga kita semakin semangat shalat tahajud, dan mudah-mudahan segala doa dan hajat kita segera dikabulkan oleh Allah lewat perantara tahajud ini. Aamiin

    Marilah kita berdoa, bermunajat kepada Allah. Semoga Allah mengampuni kita, dan menghapuskan kita dari segala dosa yang telah lalu.

    Ya Allah,
    Ampunilah semua dosa-dosa kami, baik sengaja atau pun tidak, berkahilah kami, ramahtilah kami, berikanlah kami hidayah-Mu agar kami senantiasa dekat kepada-Mu hingga akhir hayat.
    Aamiin ya Rabbal’alamin